Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Good Bye UTS n Welcome Pelatihan Website dan Jurnalistik


UTS sudah berakhir hari kamis kemarin, itu berarti 3 hari ke depannya adalah Free Time,,,,,,,tapi bukan berarti karena gak ada kegiatan akademik, menghabiskan akhir pekan ini dengan berleha-leha atau bersantai ria di kamar kost. Karena mager alias males gerak gak sehat lho buat kesehatan. Kita yang masih diberi kesehatan oleh Allah SWT mestinya dapat memanfaatkan waktu luang yang ada dengan kegiatan yang bermanfaat. Well, salah satunya dengan ikut Pelatihan WEB dan jurnalistik yang adakan oleh FKIK Unsoed di Lantai 3 Gedung Dekanat.

Senin, 27 Agustus 2012

Titik Temu Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Bahtsul Masail


Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Bagaimana bisa manusia mencari nafkah, mencari pekerjaan, memenuhi kebutuhannya untuk melanjutkan hidup tanpa pendidikan. Pendidikan bukan hanya berarti mengikuti proses pembelajaran di sekolah, tapi juga segala keadaan dan situasi dimana ada suatu interaksi antara seseorang dengan orang lain dan terjadi pertukaran informasi disana yang menjadikan seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Kali ini saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang salah satu metode pembelajaran yang berdasarkan pada pemecahan masalah.

Menurut UNESCO (Tilaar, 1998:69), “model pembelajaran abad 21 haruslah: “learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together”, siswa bukan hanya duduk diam dan mendengarkan. Siswa harus diberdayakan agar siswa mau serta mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajar (learning to do). Interaksi siswa dengan lingkungannya menuntut mereka untuk memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia sekitarnya (learning to know). Interaksi tersebut diharapkan siswa dapat membangun jati diri (learning to be). Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadian untuk memahami kemajemukan, melahirkan sikap toleran positif terhadap keanekaragaman individu (learning to live together).