Malam
ini kucoba kembali untuk menulis, menceritakan episode cerita kehidupanq. Meski
dengan air mata yang berlinang, kupaksakan untuk tetap merangkai kata demi kata
menceritakan betapa durhakanya diriku. Durhaka? Ya durhaka.....dan aku patut
bersyukur juga karena Allah SWT langsung membalasnya kedurhakaanku hari itu
juga.
Malam
minggu kemarin, ummi ku telepon. Tepat beberapa saat setelah maghrib, HP q
berbunyi. Segera saja kuangkat saat melihat nama adikku tertera di layar
telepon. Well, karena memang ummi ku tidak bisa mengoperasikan HP jadi beliau
memakai HP adikku. Awalnya biasa, sekedar menanyakan kabarku. Gimana kabarnya?
Sehat ga? Kuliahnya gimana? Lagi ngapain? Dan beberapa pertanyaan lain yang
tidak mungkin aku tuliskan disini. Percakapan dengan ummiku diakhiri dengan
pesan beliau untuk tidak keluar kemana-mana. Baru saja, mengakhiri percakapan
via HP dengan ummiku, aku mengajak temen kuliahku untuk pergi ke BK membeli
kebutuhan sehari-hari ala anak kost.