Senin, 27 Agustus 2012

Susah Memahami Mata Kuliah? Ini Dia Solusinya...


Kita mungkin seringkali dikesalkan dengan beberapa materi mata kuliah yang di ajarkan dosen karena mengalami kesulitan dalam memahaminya, padahal kita telah berusaha mempelajari materi tersebut baik ketika sebelum materi tersebut disampaikan atau pada saat mengulang kembali. Kejadian yang seperti itu pernah saya alami dan kadang hal tersebut menumbuhkan rasa bosan dan jenuh untuk belajar karena berfikir bahwa belajar tidak ada gunanya kalau apa yang kita pelajari tidak kita pahami. Dan alhasil hal tersebut menyebabkan kita akan bertemu kembali dengan mata kuliah itu lantaran nilai yang tidak sesuai dengan target. Well, jika hal tersebut terjadi tentu saja kita akan menjadi orang yang sangat rugi, baik rugi dalam hal wasting time, pikiran, mental, tenaga, dan juga rugi secara finansial. Namun hal itu tidak akan berlangsung lama jika kita berusaha mencari cara agar kejadian yang serupa tidak terulang lagi. Cara – cara yang dapat ditempuh untuk memahami agar materi yang disampaikan oleh dosen agar bisa terserah adalah sebagai berikut :


- Datang tepat waktu. Dengan kita datang tepat waktu, kita tidak akan ketinggalan sepatah katapun dari dosen yang amat sangat berguna dan berharga. Lain halnya jika datang tidak tepat waktu, meskipun kita memang bisa meminta teman untuk menjelaskannya, tapi hal tersebut tetap saja berbeda jika kita mendengar langsung dari dosen.

- Dengarkan dosen baik-baik, bila sekiranya penjelasan dosen terlalu cepat, kita dapat memanfaatkan Hp untuk merekamnya. Hal ini sangat ampuh kegunaannya. Ketika kita tiba-tiba saja lupa penjelasan dosen tentang materi kuliah, kita dapat memanfaatkan rekaman yang kita miliki dan memutarnya.

- Catat materi yang tidak ada di handout dan juga penjelasan dosen tentang materi mata kuliah.

- Tanyakan hal-hal yang tidak tahu. Malu bertanya sesat di jalan. Well, tidak ada salahnya kan jika kita bertanya sesuatu kepada ahlinya. Kalau malu sih bagaimana? Pertanyaan itu seringkali muncul dan memang terkadang ada beberapa orang yang malu untuk bertanya, tapi lantas pertanyaannya adalah malu kenapa? Bukankah lebih baik kita malu sekali saja dan dalam waktu sekejap dengan bertanya kepada dosen yang mungkin hanya memakan waktu kurang dari 5 menit, daripada kita harus malu karena mendapatkan nilai jelek dan harus mengulang mata kuliah yang bersangkutan. Belum lagi sindiran dari teman-teman satu angkatan atau mungkin adik tingkat kita di kampus.

- Pelajari kembali di rumah. Kegiatan perkuliahan tidak sepadat kegiatan di SMA atau SMP. Banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk mempelajari kembali materi kuliah. Bagaimana dengan kami yang menjadi aktivis kampus? Mengikuti perkuliahan adalah kewajiban bagi kita dan menjadi aktivis kampus adalah murni pilihan diri kita sendiri. Jadi, jika dari awal memang telah memilih untuk menjadi aktivis kampus, maka tentu saja ia harus siap dengan berbagai resiko ke depannya. Artinya, tetap saja ia harus mengatur waktunya sebaik mungkin dan merupakan keharusan baginya untuk meluangkan waktu untuk belajar materi kuliah. Bukanlah aktivis kampus yang baik jika ia mendewakan kegiatan organisasi dan melalaikan tugas utamanya sebagai mahasiswa.

- Diskusi dengan teman. Hal ini mudah dilakukan saat kita menjadi mahasiswa. Mengapa demikian? Jika saat SMP atau SMA, berdiskusi jarang sekali dilakukan dikarenakan jarak rumah perorangan berjauhan, namun saat kuliah yang berlaku adalah sebaliknya. Dekatnya jarak masing-masing kost, memudahkan kita untuk dapat melakukan diskusi materi kuliah yang dianggap susah atau butuh pemahaman ekstra. Dengan diskusi, selain kita belajar juga dapat mengajarkan ilmu kita kepada orang lain.

- Cari materi yang bersangkutan di internet. Sering kali materi yang ada di handout atau powerpoint yang diberikan dosen cenderung hanya dalam penjelasan secara umum dan selebihnya dijelaskan secara lisan yang belum tentu juga sudah dijelaskan secara gamblang oleh dosen. Cara menyelasaikannya tentu saja dengan mencari-cari materi yang bersangkutan di buku-buku atau yang lebih cepat lagi dengan browsing di internet. Terlebih jurnal-jurnal berkualitas yang banyak sekali ditemukan di internet.

Jadi, sekuat apapun memori manusia ada kalanya kita melupakan sesuatu. Alangkah baiknya jika kita mengantisipasinya dengan menyimpannya di tempat lain selain memori kita sendiri, bisa lewat tulisan, rekaman, atau juga file-file dokumen di komputer. Jangan mengatakan SUSAH sebelum kita mencoba melakukan sesuatu. Kata SUSAH hanya akan muncul di awal, dan seterusnya KEMUDAHAN yang akan kita jumpai. NEVER GIVE UP TO TRY!!!

0 komentar:

Posting Komentar